Acara PERMATA (PERTEMUAN ORANG TUA) PPTQ MISYKAT AL ANWAR

Okt 31, 2025 - 09:21
 0  45
Acara PERMATA  (PERTEMUAN ORANG TUA) PPTQ MISYKAT AL ANWAR

v Tafsir Surat At - Thur Ayat : 21

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ ۝

Orang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.

 

v Makna dan Tafsir

Ayat ini menjelaskan tentang pertemuan orang-orang beriman dengan anak cucu mereka di surga. Pertemuan ini terjadi apabila anak cucu mereka mengikuti jejak keimanan para orang tua mereka. Allah akan meninggikan derajat anak cucu tersebut agar bisa bersama dengan orang tua mereka, dan tidak mengurangi pahala amalan mereka sama sekali. Ini menunjukkan keutamaan yang Allah berikan karena keberkahan amal saleh orang tua dan doa anak keturunannya. Namun, setiap individu tetap bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, dan tidak ada yang bisa lepas dari tanggung jawab tersebut kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh.

v Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mendidik Anak

 

1.    Orang Tua Memberikan Contoh Yang Baik (Role Model) Untuk Anak-Anaknya Dalam Berucap maupun Bertindak

Ini artinya: Perkataan dan perbuatan kita harus sejalan. Anak-anak meniru apa yang mereka lihat, bukan hanya apa yang mereka dengar. Jika kita ingin anak jujur, kita harus jujur. Jika kita ingin anak sopan, kita harus sopan saat berbicara dengan siapa pun.

 

2.    Mengajarkan Etika dan Moral, Menanamkan Nilai Kejujuran, keadilan dan Akhlakul Karimah.

Ini artinya: Ajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Tanamkan dalam diri anak tentang kejujuran (tidak berbohong), keadilan (memperlakukan semua orang sama), dan akhlak yang mulia (bersikap baik, hormat, dan santun). Ini adalah fondasi kepribadian mereka.

 

3.    Mensupport Pendidikan Agama (Biaya dan Do’a)

Ini artinya: Bantu anak mengenal Tuhannya dan ajaran baik. Dukungan ini tidak hanya dalam bentuk biaya (misalnya untuk les mengaji atau sekolah agama), tetapi juga doa dari orang tua. Dengan dasar agama yang kuat, anak punya pegangan hidup yang baik.

 

4.    Memberikan Support Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Mendukung Bakat dan Minat)

Ini artinya: Perhatikan dan dukung apa yang disukai dan dikuasai anak. Jangan memaksakan kehendak kita. Jika anak suka musik, dukung dengan les musik. Jika suka olahraga, dukung dengan kegiatan olahraga. Ini membantu pertumbuhan mereka dan membuat mereka merasa dihargai.

 

5.    Membangun Komunikasi yang Baik ( Tercukupi Kasih Sayang Anak)

Jadikan rumah tempat anak merasa aman untuk bicara. Pastikan anak tahu bahwa mereka dicintai dan didengar. Sering-seringlah mengobrol tentang hari mereka, masalah mereka, atau ide-ide mereka. Ini memastikan kebutuhan kasih sayang mereka terpenuhi.

1.    Memiliki Waktu yang Berkualitas

Utamakan kehadiran, bukan hanya keberadaan. Tidak perlu sepanjang hari, tapi saat bersama anak, fokuslah pada mereka. Jauhkan gadget dan lakukan kegiatan bersama (main, makan, atau jalan-jalan) yang benar-benar menciptakan ikatan dan kenangan.

 

2.    Memberikan Motivasi dan Evaluasi

Beri semangat saat anak berusaha dan perbaiki saat mereka salah. Motivasi adalah dorongan semangat agar anak mau mencoba. Evaluasi (atau koreksi) adalah cara memberitahu mereka jika ada yang perlu diperbaiki, tapi lakukan dengan lembut dan fokus pada perbuatan, bukan pada sifat anak.

 

3.    Pasrah, Percaya dan bersinergi dengan Lembaga Pendidikan Anak PPTQ Misykat AL Anwar

Itu semua adalah sikap penting yang harus dimiliki orang tua terkait pendidikan formal anak, khususnya di lingkungan pesantren atau lembaga tahfidz.

Ini adalah penjelasan dari masing-masing poin tersebut:

 

1. Pasrah (Menyerahkan/Meyakini)

Dalam konteks ini, "pasrah" bukan berarti tidak peduli, melainkan menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan anak kepada ahli di bidangnya, yaitu guru-guru dan pengelola PPTQ Misykat Al Anwar, setelah kita yakin bahwa lembaga tersebut adalah pilihan terbaik.

·        Maknanya: Orang tua harus yakin pada sistem dan metode pengajaran yang diterapkan oleh lembaga tersebut.

·        Contoh Sikap: Tidak terlalu sering mengintervensi atau mempertanyakan detail-detail teknis kurikulum harian, tetapi mempercayai bahwa lembaga sudah memiliki rencana pendidikan terbaik untuk anak.


2. Percaya (Keyakinan Penuh)

Percaya adalah kelanjutan dari pasrah. Ini melibatkan keyakinan yang mendalam terhadap integritas, kompetensi, dan ketulusan para pengajar (ustadz/ustadzah) dalam mendidik anak, baik secara akademik maupun moral.

·        Maknanya: Memiliki keyakinan positif bahwa guru-guru di PPTQ Misykat Al Anwar memiliki niat baik dan kemampuan untuk membentuk karakter anak sesuai dengan ajaran Islam dan tujuan tahfidz.

·        Contoh Sikap: Menjaga komunikasi yang menghargai, mendengarkan saran dan masukan dari guru, dan tidak menyebarkan keraguan atau kritik negatif di hadapan anak.


3. Bersinergi (Bekerja Sama)

Ini adalah aspek yang paling aktif. Sinergi berarti orang tua dan lembaga pendidikan bekerja sama sebagai satu tim untuk mencapai tujuan pendidikan yang sama. Pendidikan yang berhasil adalah hasil dari keselarasan antara lingkungan rumah dan lingkungan sekolah.

·        Maknanya: Menjaga konsistensi antara aturan di pesantren/sekolah dengan perilaku di rumah.

·        Contoh Sikap:

o   Mendukung program: Jika sekolah meminta anak mengulang hafalan di rumah saat libur, orang tua memastikan hal itu dilakukan.

o   Memberi feedback positif: Menyampaikan informasi penting mengenai perkembangan atau masalah anak kepada pihak sekolah agar bisa ditangani bersama.

o   Aktif dalam kegiatan orang tua: Menghadiri pertemuan atau workshop yang diadakan lembaga.

Ini adalah penjelasan dari masing-masing poin tersebut:

 

1. Pasrah (Menyerahkan/Meyakini)

Dalam konteks ini, "pasrah" bukan berarti tidak peduli, melainkan menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan anak kepada ahli di bidangnya, yaitu guru-guru dan pengelola PPTQ Misykat Al Anwar, setelah kita yakin bahwa lembaga tersebut adalah pilihan terbaik.

·        Maknanya: Orang tua harus yakin pada sistem dan metode pengajaran yang diterapkan oleh lembaga tersebut.

·        Contoh Sikap: Tidak terlalu sering mengintervensi atau mempertanyakan detail-detail teknis kurikulum harian, tetapi mempercayai bahwa lembaga sudah memiliki rencana pendidikan terbaik untuk anak.


2. Percaya (Keyakinan Penuh)

Percaya adalah kelanjutan dari pasrah. Ini melibatkan keyakinan yang mendalam terhadap integritas, kompetensi, dan ketulusan para pengajar (ustadz/ustadzah) dalam mendidik anak, baik secara akademik maupun moral.

·        Maknanya: Memiliki keyakinan positif bahwa guru-guru di PPTQ Misykat Al Anwar memiliki niat baik dan kemampuan untuk membentuk karakter anak sesuai dengan ajaran Islam dan tujuan tahfidz.

·        Contoh Sikap: Menjaga komunikasi yang menghargai, mendengarkan saran dan masukan dari guru, dan tidak menyebarkan keraguan atau kritik negatif di hadapan anak.


3. Bersinergi (Bekerja Sama)

Ini adalah aspek yang paling aktif. Sinergi berarti orang tua dan lembaga pendidikan bekerja sama sebagai satu tim untuk mencapai tujuan pendidikan yang sama. Pendidikan yang berhasil adalah hasil dari keselarasan antara lingkungan rumah dan lingkungan sekolah.

·        Maknanya: Menjaga konsistensi antara aturan di pesantren/sekolah dengan perilaku di rumah.

·        Contoh Sikap:

o   Mendukung program: Jika sekolah meminta anak mengulang hafalan di rumah saat libur, orang tua memastikan hal itu dilakukan.

o   Memberi feedback positif: Menyampaikan informasi penting mengenai perkembangan atau masalah anak kepada pihak sekolah agar bisa ditangani bersama.

o   Aktif dalam kegiatan orang tua: Menghadiri pertemuan atau workshop yang diadakan lembaga.

File

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow